Afraid to do what’s right??

Pernah ngebayang ga kalo lo setelah lo meninggal nanti akan jadi the person of the week. Mungkin hal ini ga pernah dibayangkan oleh alm Muh. Guntur. Seorang camera person senior dari SCTV. Mungkin yang dulu dia pikirkan ketika memulai kariernya sebagai Campers hanyalah bagaimana untuk menemukan sebuah pekerjaan yang bisa menghidupinya atau mungkin saja menjadi seorang jurnalis dari media elektronik yang berbicara melalui gambar merupakan cita-citanya. Dalam kariernya selama 11 tahun, alm pernah ditawari posisi yang lebih tinggi di statiun tv tersebut, tentunya dengan gaji yg lebih besar, tetapi ternyata dia menolaknya.

Sekarang jelas sudah, bahwa dia benar-benar mencintai pekerjaannya sebagai jurnalis. Jika diulik 11 tahun yang lalu, berarti itu tahun 1995 atau 1996. Saat itu rejim orde baru masih berkuasa, dan berita yang ditampilkan di televisi saat itu hanyalah mengenai betapa berhasilnya pembangunan yang dilakukan oleh mantan presiden Soeharto. Lalu SCTV dengan liputan 6nya berani menyajikan ssuatu yang beda. Alm juga salah satu dari orang-orang yang beda itu. Thanks to him, kita bisa melihat Indonesia dari sudut pandang yang berbeda.

Mungkin bagi kita yang masih muda, yang kita pikirkan hanyalah bagaimana agar sekolah yang benar, dapat gelar, cari pekerjaan bergaji tinggi agar bisa hidup tenang. Tapi bagi anda yang ingin jadi jurnalis, pasti tahu bahwa hal ini tidak mungkin untuk didpatkan dari jurnalis yang beridealisme tinggi. Hanya yang kadang tidak kita masukkan sebagai bahan pertimbangan adalah, betapa banyaknya teman dan orang yang akan menghargai dan menghormati anda karena profesi anda sebagai jurnalis. Terkadang kita menganggap jurnalis sebagai pekerjaan yang rendah dan kadang bodoh karena mau untuk menunggu narasumber untuk berjam-jam dan juga karena penampilan mereka yang terkesan dari kalangan yang tidak intelek (karna pakaian mereka yang cuek). Tapi yang kadang terlupa dari kita adalah betapa pentingnya mereka dalam kehidupan bermayarakat. Karena merekalah kita bisa mengetahui apa yang seang terjadi disekeliling kita. Karena merekalah kita jadi tahu apa yang sebenarnya direncanakan dan dilakukan oleh elit-elit politik dan pejabat-pejabat tersebut. Dan itu semua dilakukan dengan gaji rendah dan taruhan nyawa. Hanya karena idealisme sajalah mereka mampu melakukan hal tersebut.

i just want to say..for u who scared to be a journalist cause u think u’ll have no opportunities to be a rich person, hear this..when u are rich, people will look at ur money, when it’s gone, u will be no one. but when u do something good for a lot of people with sincere, doesn’t care u are rich or poor, alive or already dead, people will still looked at u. because they appreciate what u’ve done! n ur children, and ur children’s children, will have the same repect as you have.

Don’t be affraid to do what’s right,eventhough sometimes seems suddenly so wrong cause everybody’s leaving you. just know that RIGHT thing will last for forever. you won’t get rich with it, but surely you will get the purely happiness in it…

GodBlessU

3 Responses to “Afraid to do what’s right??”

  1. Titiw Says:

    Iyeh.. bener banget deh mbah ruth.. two thumbs up kata sieskel & ebert..

  2. P A T T Y Says:

    isss, yg tulisan item underlined dalem banget sih mbak..
    everything needs money but money isn’t everything.. bukan begitu sodara-sodaraaaa??

  3. Binsar Says:

    wah… semangat bener yg mau jadi jurnalis hahaha… tapi ga berhenti sampai di situ aja yuth, tetep harus memperhatikan kebenaran yang akan disajikan, dan diharapkan semua mendapatkan sisi yang sama sehingga berita tidak berat sebelah. banyak jurnalis sekarang ga ngerti sama sekali tentang kode etik jurnalis. serem deh…

Leave a Reply