CINTA dan LOGIKA

Cinta memang tidak pernah berjalan beriringan dengan lgika..

Ketika cinta datang..
Logika pergi..

Dan ketika logika datang..

Cintapun pergi..

Mengapa manusia diberikan perasaan?
Agar manusia itu tidak terlalu bermain dengan logikanya sendri..

Karna manusia yang terlalu banyak memakai logika..

Akan mulai mencarai tahu apa yang memang bukan bagiannya..

Yang akhirnya mengakibatkannya sebagai manusia yang sombong..

Sebuah sifat yang dibenciNya..

Tp mengapa segala sesuatu tidak ada yang berjalan mulus?

Sehingga menyebabkan logikalah yang selalu menang?

Ingin sekali menentang logika ketika prasaan itu muncul..

Tp memang kita tidak dapat menipu diri sendiri..

Meskipun itu beralaskan perasaan yang mendalam..

Cinta dan logika..

Musuh abadi yang tidak akan menemukan jalan tengah..

Dimanakah kita sekarang?

Cinta?

Ataukah logika?

Apapun itu..

Pastikan itu adalah yang terbaik untuk anda..

4 Responses to “CINTA dan LOGIKA”

  1. Vano Says:

    yang ini gw tau nih…. :)

  2. DiNa Says:

    menurut gw…
    cinta dan logika itu justru berteman,
    kalo cinta bisa logis,yut..
    it will be forever..

    some people, included me formerly, think that love and logic are forever enemy
    mereka hanya terjebak di pemikiran (kerangka menilai logis atau tidak) orang-orang kebanyakan…
    atau malas memikirkan kelogisannya…

  3. jonk@ Says:

    yang penting sebelum bercinta harus benar2 dipikir oleh logika……

  4. Darwin Says:

    Cinta itu adalah tulus,iklas,dan mengertiiiiiii
    bukankah logika itu tugas untuk memerintah,berhitung dan mengerjakan PR,,,,,,sedangkan logika diadopsi dengan perasaan Nafsu,tidak berimbang.
    yang selalu benar dan bermain dengan kedengkian,kecemburuan,sebab kamu dan saya dan juga yang lainnya hidup karena cinta bukan dari logika,,,,,,,,lembaga Survey pengahayatan Kasih dikampungku mengatalkan bahwa 5 dari 8 penduduk kampungku bermain dengan Cinta untuk memelihara sawanya,ternaknya dan anak-anaknya,,,jadinya hidup rukun dec………

Leave a Reply